(+62 21) 8795 1319 office@elangsatriatangguh.co.id

Sejarah Terbentuknya Satpam

Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak no 4 di dunia. Hal ini menjadi alasan Kepolisian Negara Republik Indonesia menyadari bahwa Polisi tidak mungkin bekerja sendiri dalam menciptakan masyarakat dan lingkungan yang aman dan tertib. Maka dengan itu terbentuklah satpam di Indonesia. Kapolri (ketika itu dijabat Jenderal Polisi (Purn) Prof. DR. Awaloedin Djamin ) mengeluarkan Surat Keputusan Kapolri; No. SKEP/126/XII/1980 tertanggal 30 Desember 1980 Tentang Pola Pembinaan Satuan Pengamanan.

Selanjutnya, tepat pada 30 Desember 1993, Polri mengukuhkan Jenderal Polisi (Purn) Prof. DR. Awaloedin Djamin menjadi Bapak Satpam Indonesia dan menetapkan hari lahirnya Satpam Indonesia pada tanggal 30 Desember. Menjadi titik awal lahirnya SatPam di Indonesia.

Seiring dengan berjalannya waktu, Satpam dituntut untuk lebih profesional baik dari segi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, prosedur, proses dan SDM nya, maka dikeluarkanlah Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No 24 Tahun 2007 Tanggal 10 Desember 2007 mengenai Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah.

Pengertian Satpam

Satpam atau security sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Namun tahukah Anda apa pengertian satpam sebenarnya? Satpam berarti Satuan Pengaman dan Security berarti Keamanan. Sehingga tidak asing lagi bahwa secara pengertian Satpam atau security pasti berhubungan dengan pengamanan dan keamanan.

Tugas Pokok Seorang Satpam

Tugas Pokok Satpam adalah “Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di area lingkungan/tempat kerja yang meliputi aspek pengamanan fisik (physical security), personnel, informasi dan pengamanan teknis lainnya”.

Fungsi Seorang Satpam

Fungsi Satpam adalah melindungi dan mengayomi lingkungan/tempat kerjanya dari setiap gangguan keamanan, serta menegakkan peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerjanya

Peranan Seorang Satpam

Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pengembangan fungsi kepolisian terbatas, Satpam berperan sebagai:

  1. Unsur pembantu pimpinan organisasi, perusahaan dan/atau instansi/lembaga pemerintah, penggunaan Satpam di bidang pembinaan keamanan dan ketertiban lingkungan/tempat kerjanya.
  2. Unsur pembantu Polri dalam pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan peraturan perundang-undangan serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan (security mindedness dan security awareness) di lingkungan/tempat kerjanya.

Pengamanan Fisik Seorang Satpam

Pengamanan Fisik adalah segala usaha dan kegiatan  untuk mencegah / mengatasi timbulnya ancaman dan gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan suatu instansi / proyek / badan usaha secara fisik melalui kegiatan pengaturan, penjagaan dan perondaan serta kegiatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi / proyek / badan usaha yang bersangkutan.

Tugas umum Seorang Satpam

Tugas pokok yaitu menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan objek pengamanan khususnya pengamanan fisik yang bersifat preventif.

  1. Mengamankan suatu aset, instansi, proyek, bangunan, properti atau tempat dan melakukan pemantauan peralatan, pengawasan, pemeriksaan dan jalur akses, untuk memastikan keamanan dan mencegah kerugian atau kerusakan yang disengaja.
  2. Melakukan tindakan preventif keamanan.
  3. Kontrol lalu lintas dengan mengarahkan driver.
  4. Melengkapi laporan dengan mencatat pengamatan, informasi, kejadian, dan kegiatan pengawasan.
  5. Mempertahankan lingkungan dengan memantau dan pengaturan bangunan dan kontrol peralatan.
  6. Menjaga stabilitas dan reputasi organisasi dengan memenuhi persyaratan hukum.
  7. Memastikan pengoperasian peralatan dengan melengkapi persyaratan pemeliharaan preventif; mengikuti instruksi, mengevaluasi peralatan baru dan teknik.
  8. Kontribusi untuk tim upaya mencapai hasil terkait yang diperlukan.
  9. Mencegah dan deteksi dini penyusup, kegiatan atau orang yang masuk secara tak sah, vandalisme atau penerobos/loncat pagar di wilayah kuasa tempat perusahaan (teritoir gebied/ruimte gebied)
  10. Mencegah dan deteksi dini pencurian, kehilangan, penyalahgunaan atau penggelapan perkakas, mesin, komputer, peralatan, sediaan barang, uang, obligasi, saham, catatan atau dokumen atau surat-surat berharga milik perusahaan
  11. Melindungi (pengawalan) terhadap bahaya fisik (orang dan barang yang menjadi aset milik perusahaan atau perorangan)
  12. Melakukan kontrol/pengendalian, pengaturan lalu lintas (orang, kendaraan dan barang) untuk menjamin perlindungan aset perusahaan
  13. Melakukan upaya kepatuhan, penegakan tata tertib dan menerapkan kebijakan perusahaan, peraturan kerja dan praktik-praktik dalam rangka pencegahan tindak kejahatan
  14. Melapor dan menangani awal (TPTKP) terhadap pelanggaran
  15. Melapor dan menangani kejadian dan panggilan/permintaan bantuan Satpam, termasuk konsep, pemasangan dan pemeliharaan sistem alarm.

Tanggung Jawab Seorang Satpam

Mempertahankan lingkungan yang aman dan nyaman untuk pelanggan dan karyawan dengan patroli, pengawasan pemeriksaan dan pemantauan.

Syarat & Keterampilan Seorang Satpam

Beberapa kualifikasi umum diterapkan untuk mendapatkan satuan pengamanan yang profesional dan diantaranya adalah:

  1. Surveillance Keterampilan, Objektivitas, kontrol emosional, Integritas, Manajemen Keselamatan, Profesionalisme, Keterampilan Pelaporan, Lulus tes kesehatan dan kesamaptaan, lulus psikotes, sertifikat bebas narkoba.
  2. Mengikuti diklat minimal Garda Pratama Dari Polri

Pengetahuan dan Keahlian

  1. Kemampuan menembak
  2. Kemampuan bela diri
  3. Kemampuan intelijen
  4. Kemampuan komunikasi
  5. Pengetahuan Keselamatan dan keamanan

Larangan –larangan seorang satpam saat bertugas :

  1. Dilarang menghisap rokok selama bertugas
  2. Dilarang membuka seragam selama bertugas
  3. Dilarang menggunakan baju bebas selama bertugas
  4. Dilarang melepas sepatu dan mengaplikasikan sandal selama bertugas 
  5. Dilarang minum minuman keras serta obatan terlarang selama bertugas
  6. Dilarang main judi gunakan uang ataupun tidak selama bertugas
  7. Dilarang main catur selama bertugas
  8. Dilarang meninggalkan pos selama bertugas tanpa sepengetahuan
  9. Dilarang menerapkan telepon yang tidak perlu selama bekerja
  10. Dilarang mengatakan kata-kata dampratan meski dengan menerapkan bahasa daerah
  11. Dilarang bertingkah tak sopan
  12. Dilarang jotos-jotosan sesama rekan kerja
  13. Dilarang menyebar kabar SARA
  14. Dilarang berambut panjang minimal 1 ½ cm

Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Seorang Satpam

PT. Elang Satria Tangguh selaku Penyedia Jasa Keamanan SATPAM dan Security yang legal, berpengalaman, dan terpercaya kali ini akan menjelaskan tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan dari seorang Satuan Pengamanan atau Satpam.

Menurut “Perkapolri No 24 Tahun 2007, BAB III, Pasal 6, Ayat 1”

Tugas Pokok Satpam

Tugas Pokok Satpam adalah “Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan/tempat kerjanya yang meliputi aspek pengamanan fisik, personel, informasi dan pengamanan teknis lainnya”.

Menyelenggarakan

Mengurus dan mengusahakan sesuatu (seperti memelihara, merawat).

Melakukan atau melaksanakan (perintah, peraturan, rencana).

Menunaikan atau menyampaikan (maksud, tugas kewajiban).

Mengurus dan memperhatikan (kepentingan, usaha, perkara).

Mengadakan, mengatur, dan mengurus (pesta, pertunjukan, pameran, dsb).

Pengamanan Fisik

Pengamanan Fisik adalah segala usaha dan kegiatan  untuk mencegah / mengatasi timbulnya ancaman dan gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan suatu instansi / proyek / badan usaha secara fisik melalui kegiatan pengaturan, penjagaan dan perondaan serta kegiatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi / proyek / badan usaha yang bersangkutan.

Objek yang diamankan-ditertibkan pada saat pengamanan fisik, adalah :

Asset              : Benda bergerak – benda tidak bergerak, gedung, harta benda, dll.

Personel        : Klien, Atasan, manajemen, Nasabah, Konsumen, Supplier, Pengunjung, Tamu, Rekan, dll.

Informasi       : No telepon pribadi staff, keberadaan staff, proses produksi, kekuatan pengamanan, data-data perusahaan, dll.

Fungsi Seorang Satpam

Fungsi Satpam adalah melindungi dan mengayomi lingkungan/tempat kerjanya dari setiap gangguan keamanan, serta menegakkan peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerjanya.

Peranan Seorang Satpam

Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pengembangan fungsi kepolisian terbatas, Satpam berperan sebagai:

  1. Unsur pembantu pimpinan organisasi, perusahaan dan/atau instansi/lembaga pemerintah, penggunaan Satpam di bidang pembinaan keamanan dan ketertiban lingkungan/tempat kerjanya.
  2. Unsur pembantu Polri dalam pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan peraturan perundang-undangan serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan (security mindedness dan security awareness) di lingkungan/tempat kerjanya.

Ciptakan Satpam Profesional Dalam Bekerja

 Satuan Pengamanan atau sering juga disingkat Satpam adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/proyek/badan usaha untuk melakukan keamanan fisik dalam rangka penyelenggaraan jasa keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya.

Seorang Satpam harus tahu dan paham mengenai tugas, fungsi dan peranannya agar mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan benar.

Namun selain itu dalam menjalankan tugasnya, sebagai seorang satpam, ada beberapa hal yang harus dipahami dan dijalankan terutama menyangkut perilaku dan sikap yang harus dimiliki oleh seorang satuan pengamanan. Agar proses berjalannya pekerjaan seorang satpam tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dan menjadikan seorang satpam lebih berkualitas dan profesional.

Berikut ini adalah beberapa sikap dan perilaku yang harus di perhatikan untuk seorang satuan pengamanan:

1. Memelihara kebersihan badan :

  • Jambang dan jenggot sebaiknya dicukur habis dan bersih.
  • Pakaian dan penampilan rapi,bersih sesuai ketentuan tentang seragam satpam.
  • Rambut dan kumis dicukur rapi.

2. Ulet, sabar, tabah dan percaya diri dalam menjalankan tugas.

3. Menaati peraturan dan menghormati norma-norma yang berlaku didalam lingkungan/area kerja.

4. Bisa menjaga rahasia yang dipercayakan kepadanya dan tidak menyebarkan berita yang salah atau belum pasti kebenarannya.

5. Bertindak tegas, jujur, berani, adil dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

Baca juga :

6. Cepat tanggap (Responsif) dalam memberikan perlindungan/pengamanan pada lingkungan tempat kerjanya dan berani mengambil keputusan yang terbaik namun sesuai dengan aturan yang berlaku.

7. Mampu bersosialisasi terhadap lingkungan baik di dalam atau pun diluar area tugas dan sekitarnya.

8. Melindungi aset dan orang yang ada di lingkungan kerja.

9. Menghormati dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.

10. Tidak menonjolkan kepentingan pribadi dan mencampuri urusan/bidang lain yang tidak ada sangkut-pautnya dengan tugas.

11. Memiliki rasa kebanggaan dan semangat serta senantiasa menjaga nama baik perusahaan dilingkungan kerja.

12. Pelayanan dengan konsep 5 S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan dan Santun).

13. Mengikuti aturan perusahaan dengan baik dan benar, berkomunikasi serta menjalin hubungan yang baik dengan siapa saja yang ada di area kerja.

14. Memiliki bahasa tubuh yang positif, dengan memberikan contoh sikap yang sesuai dengan aturan perusahaan. Secara otomatis lingkungan juga akan menjadi positif dan berpengaruh kepada jalannya perusahaan.

15. Memberikan kesan yang membantu kenyamanan dan keamanan. Jika ada konsumen atau karyawan perusahaan yang membutuhkan bantuan, satpam dengan senang hati melayani tanpa kehilangan identitas sebagai penjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja.

16. Memiliki kemampuan atau keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan bidang pekerjaan.

17. Mampu bekerja dalam tim, selalu berkoordinasi dengan baik. Karena satpam tidak bisa bekerja sendirian, dan untuk menjadi satpam profesional harus bekerjasama dengan rekan kerja lainnya. Agar proses pengamanan berjalan sesuai dengan fungsinya.

18. Cepat tanggap terhadap setiap kejadian juga permasalahan yang timbul dilingkungan kerja. Seorang satpam profesional akan cekatan dan sigap jika terjadi suatu konflik permasalahan di area kerjanya, membaca situasi yang sedang terjadi serta hal apa yang harus dilakukan untuk menyikapi permasalahan tersebut.

Jika seorang satpam sudah mempunyai sikap dan perilaku seperti yang disebutkan diatas, maka satpam tersebut bisa dibilang sebagai satpam yang mempunyai sikap baik dan sangat layak disebut sebagai satpam yang profesional.

Tetapi dengan begitu seorang satpam harus tetap konsisten dalam bersikap, jangan hanya di awal karir atau pada saat tertentu saja. Namun sikap profesional seorang satpam harus selalu dilakukan, kapanpun dimanapun dan pada saat apapun.

Semakin tinggi jabatan seorang satpam, sikap profesional harus semakin lebih baik lagi dan tanggung jawab yang akan dihadapi juga akan semakin banyak. Contohnya dengan menjadi chief atau danru, sebagai seorang satpam yang baik harus memberi contoh kepada anggotanya. Maka dari itu sikap diatas harus tetap dijaga dengan baik oleh seorang satpam.

Petugas Satpam dengan perilaku dan sikap diatas, bisa Anda dapatkan di . Jasa satpam terbaik dan profesional , sebagai perusahaan outsourcing security, sebagai penyalur dan penyedia tenaga profesional satpam/pengamanan di Bandung, Cimahi, Jawa Barat dan sekitarnya. Karena Satuan Pengamanan dilatih dengan kompeten dan dilatih oleh tenaga profesional.

Dengan sistem kerja yang efektif dan profesional dengan tenaga pengamanan yang profesional dan terlatih, dan peralatan yang mendukung, memberikan jaminan dan solusi keamanan untuk Anda, keluarga, dan perusahaan Anda. Sumber daya manusia dan fasilitas terbaik akan di berikan. Untuk menjawab semua kebutuhan keamanan Anda.

Sikap & Perilaku yang Harus Dimiliki Security Profesional

Sikap & Perilaku yang Harus Dimiliki Security Profesional – Security atau yang sering kita sebut satpam adalah kelompok petugas keamanan yang dibentuk oleh suatu instansi/perusahaan/lembaga dengan tujuan agar dapat tercipta lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

Seorang security harus paham dan mengetahui tugas tugas pokok, fungsi dan peranannya agar mampu menjalankan tugas dengan baik dan benar.

Selain itu, security juga harus memiliki sikap dan perilaku yang baik agar menjadikan seorang satpam lebih berkualitas dan profesional.

Sikap & Perilaku Yang Harus Dimiliki Security

  1. Grooming & Memelihara Kebersihan Badan
    – Memotong atau mencukur Jambang dan jenggot secara habis dan bersih.
    – Pakaian atau seragam dan penampilan rapi, bersih sesuai ketentuan tentang seragam satpam.
    – Mencukur Rambut dan kumis dengan rapi.
  2. Ulet
  3. Sabar
  4. Percaya Diri dalam Menjalankan Tugas
  5. Bertindak Tegas
  6. Jujur
  7. Berani
  8. Adil & Bijaksana
  9. Cepat Tanggap (Responsif)
  10. Mampu bersosialisasi
  11. Melindungi Aset & Orang di linkungan kerja
  12. Menghormati serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia
  13. Pelayanan prima dengan 5S
  14. Etika yang Baik
  15. Memberikan kesan yang membantu kenyamanan dan keamanan
  16. Mampu bekerjasama dengan Tim
  17. Cepat Tanggap Terhadap setiap kejadian juga permasalahan yang timbul.

Security harus senantiasa menjaga sikap dan perilaku yang baik tersebut, agar bisa menciptakan lingkungan yang tetap terkendali, aman dan tentram.

11 Basic Skill Security Satpam

1. Skill Pengetahuan dan Kemampuan Polisi Yang Terbatas

Seperti yang tertera pada UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2002 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Menjelaskan bahwa pengetahuan dan kemampuan polisi untuk memberikan fungsi, kewenangan, dan area kerja anggota satpam.

2. Skill Bela Diri Polisi RI

Beladiri Polri yang diberikan untuk anggota Security atau Satpam ditujukan untuk membekali Satpam dalam melakukan pertahanan diri. Pertahanan diri saat security menghadapi serangan dari orang lain baik dengan menggunakan senjata tajam ataupun senjata yang tumpul.

Bela diri merupakan sebuah usaha untuk melindungi diri atau membela diri kita sendiri dari serangan manusia atau yang lainnya. Seni bela diri ini juga terbagi menjadi beberapa jenis. Yaitu seni tempur bersenjata tajam, senjata yang tidak tajam seperti kayu, dan seni tempur menggunakan tangan kosong.

Pelatihan Beladiri Security Satpam DutaSukses

3. Skill Pengenalan Bahan Peledak

Seorang security atau satpam harus mempunyai bekal pengetahuan dan pengenalan macam macam janis peledak. Selain itu juga harus tahu bagaimana cara bersikap jika suatu saat menemui permasalahan yang ada bahan berbahaya/peledak.

4. Skill Pengenalan & Pemahaman Bahan Berbahaya (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya)

Dengan bekal pengenalan bahan Narkotika dan sejenisnya. diharapkan security dapat mengenal serta mempunyai pengetahuan yang bisa dibawa saat mengerjakan tugas. Security juga diharapkan mampu membedakan yang mana bahan yang berbahaya dan yang bukan.

5. Skill Keterampilan Tongkat & Drill Borgol

Beberapa senjata yang tidak asing dibawa oleh polisi maupun satpam ialah tongkat dan borgol. Oleh karenanya, seorang polisi atau security harus mampu dan mengerti cara menggunakan alat tersebut sebagai pendukung pelaksanaan pekerjaan. Ada berbagai teknis tongkat dan drill borgol yang mana semua harus dimengerti dan bisa dipraktekkan oleh petugas keamanan.

Pelatihan Senam Tongkat Security Satpam DutaSukses

6. Skill PBB (Pengetahuan Baris Berbaris) dan Penghormatan

Sebagai seorang petugas keamanan pastinya tidak asing dengan PBB. PBB adalah skill yang selalu guru ajarkan semenjak kita berada di sekolah dasar atau di jenjang pendidikan awal. Tujuan diberikannya keterampilan PBB & Penghormatan ini ialah untuk menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan individu, dan secara tak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab.

sikap security

7. Skill K3 & Lingkungan

Seorang security harus mampu melakukan pencegahan dan penerapan K3 dalam lingkungan pekerjaan. Karena di setiap pekerjaan pastinya memiliki berbagai resiko yang berbeda. Oleh karena itu seorang security/satpam harus paham dasar K3 di lingkungan kerja atau di luar.

8. Skill Dasar Komunikasi & Alat Keamanan

Dasar komunikasi security ialah melalui Radio komunikasi (HT). Radio komunikasi berfungsi untuk memberikan laporan kepada personil atau anggota lain. Laporan-laporan tersebut dapat dilakukan untuk menginformasian situasi yang terjadi di lokasi dimana personil tersebut di tempatkan, dan supaya diketahui oleh personil lain yang berposisi di lokasi masing-masing.

Selama dalam piket seorang securityn yang memiliki fasilitas HT dilarang keras mematikan sarana tersebut, guna mendapatkan laporan dari rekan-rekan sesama piket. Dan apabila di panggil oleh personil lain wajib menjawab apabila personil tersebut dapat menerima input dari personil yang memanggil.

9. Skill Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli

Satpam/security membuat pengaturan dengan tujuan untuk menegakkan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerja. Khususnya yang menyangkut keamanan dan ketertiban atau tugas-tugas lain yang diberikan oleh Shift Leader, Security Supervisor, ataupun Chief Security Officer.

10. Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara

Security bersama Shift Leader harus memahami bagaimana cara mengambil langkah atau tindakan pertama bila terjadi suatu tindak pidana atau kejadian perkara.

11. Pembuatan Laporan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)

Seorang security mampu membuat laporan kepada atasan. Dalam hal ini laporan tersebut bisa berupa segala sesuatu yang perlu atasan atau pihak perusahaan ketahui.