(+62 21) 8795 1319 office@elangsatriatangguh.co.id

Di era sekarang ini bidang keamanan bukan saja mengenai bagaimana mengambil tindakan untuk mencegah kriminal atau menangkap kriminal tetapi dalam keseharian memberikan pelayanan dan kenyaman jauh tidak kalah penting

Ada banyak hal yang menarik ketika kita bicara tentang Security salah satunya adalah tentang bagaimana menjadi professional di bidangnya, tidak dipandang sebelah mata dan bisa menjadi yang terdepan.

Saya kebetulan sudah 22 tahun menjalani profesi sebagai security dari mulai di plaza sampai kemudian ke hotel . Rata –rata yang saya temukan adalah seringnya komplin mengenai cara penanganan petugas security terhadap costumer atau tamu atau client atau apapun sebutannya. Saya sering menemukan dimana petugas security dianggap kasar dan tidak ramah dalam menjalankan tugasnya walapun sebenarnya mereka melakukan hal itu hanya karena ingin tugasnya berjalan dengan baik. Memprihatinkan….. iya memang sangat memprihatinkan. Kenyataan inilah yang kemudian membuat saya untuk tetap di profesi ini karena saya ingin bisa membawa suatu paradigma baru ke dalam per-security-an Indonesia pada umumnya dan Bali pada khususnya dimana tempat saya dilahirkan dan tempat saya bekerja sekarang.

Disini saya ingin berbagi TIPS bagaimana sih kita bisa professional dibidang keamanan dan dihargai sebagaimana mestinya. Sepintas secara teori kelihatannya gampang tetapi ketika dilaksanakan sebagian besar mengalami kesulitan bahkan sampai ada  yang harus mengalami kontak fisik karena adanya kesalah fahaman. Tetapi saya yakin dengan mengikuti tips-tips dibawah ini, teman-teman security atau SATPAM mungkin akan mulai belajar bagaimana melakukannya dengan baik. Saya menyebutnya dengan 3S. Tetapi 3S disini bukan hanya senyum salam sapa. Tapi 3S itu adalah sebagai berikut

1. Self Awarness ( Kasadaran akan Diri Sendiri )

Sebenarnya sangat simple dan dan sangat praktis teori ini. Sebelum kita mengenal orang lain dan lingkungan maka kenalilah siapa diri kita terlebih dahulu. Tetapi ini banyak yang tidak terjadi pada para security kita. Saya beribu kali interview menanyakan apa tugas pokok SATPAM, yang terjadi adalah hanya 1 atau 2 yang menjawab dengan baik dan sisanya hanya mereka –reka bahkan ada yang tidak bisa menyebutkan sama sekali padahahl mereka memegang sertifikat Gada Pratama. Sangat menyedihkan. Bagaimana kita mampu untuk menjelaskan apa yang menjadi dasar –dasar pelaksanaan tugas kita kalau kita sendiri tidak faham dengan semua itu. Kita tidak bisa bicara sama pelanggan “ oh memang seperti itu “ atau “ itu perintah dari managemet kami “. Orang perlu alasan yang tepat karena kecenderungan manusia akan mau melakukan apapun jika itu masuk akal alias beralasan.

Yang kedua adalah setelah kita faham tugas pokok kita, job description kita maka kita juga perlu memahami seperti apa diri kita, kebiasaan kita, untuk kemudian kita benahi , kita perbaiki dan kita sesuaikan dengan kebutuhan yang ada dalam dunia pelayanan yang kita jalani baik itu di hotel, restaurant, bank, mall dan lain sebagainya.

Bekerja di dunia security itu tidak beda dengan bekerja di panggung sandiwara. Kita adalah aktor dan artist di dunia pekerjaan kita. Kenapa saya katakan demikian, karena apapun latar belakang kita, ketika kita memakai seragam kita kita harus mampu memerankan tugas-tugas dan memberikan pelayanan sesuai yang telah digariskan. Seperti apapun keadaan kita ( sedih, marah, emosi ) kita tidak boleh terbawa hal tersebut saat melaksanakan tugas-tugas kita. Hati boleh sedih namun perasaan kita JANGAN sampai terbawa sedih. Bisakah anda bayangkan bagaimana seorang aktor yang harus memerankan peran kocak namun harus melamun ketika dipanggung sehingga dagelan menjadi mentah dan skenario menjadi tidak jelas. Maka ada istilah tidak boleh menyatukan antara perasaan dan hati karena kalau itu terjadi kita tidak akan bisa professional. Maka seperti itulah sebaiknya kita.

2. Self Control ( Pengendalian Diri )

Ketika kita sudah bisa mengenali diri kita sendiri dengan baik maka disitu kita kemudian belajar mengendalikannya. Kalau anda adalah type yang gampang marah jika ada orang membentak anda, maka hindarkan bicara yang membuat orang sampai membentak. Jika anda adalah type yang gampang tersinggung dengan becandaan orang, maka hindarkanlah untuk bercanda sama orang . Sederhananya seperti itu. Pengendalian diri adalah bagaimana anda mampu menghidarkan factor-faktor perangsang bukan hal mutlak sebagai pengekangan tetapi lebih kepada penghindaran terhadap factor stimulant. Sama seperti kalau anda punya allergy. Allergy tidak bisa diobati tetapi bisa dicegah atau dimimalkan resikonya dengan menghindarkan factor alergantnya.

Selanjutnya adalah pentingnya main locker ( pengunci pikiran ). Masalah di rumah jangan dibawa-bawa ke tempat kerja. Masalah pribadi jangan dicampur dengan urusan kerja. Seberapa orang yang mampu melakukan ini?. Banyak yang bilang sudah tapi susah. Itu karena mereka kurang berlatih dan membiasakan diri. Seperti pepatah mengatakan “ Alah bisa karena biasa “. Apapun itu pasti bisa karena kita sudah biasakan. Seperti saat belajar naik mobil, di awal kita memang gelagapan dan masih tegang karena ada rasa takut sebab merasa belum menguasai dan terbiasa. Tapi ketika kita sudah sering melakukannya maka kadang nyetir satu tanganpun enteng-enteng saja rasanya. Maka jangan pernah takut untuk membiasakan diri kita pada sesuatu yang baik demi pengendalian diri yang baik, untuk menghindarkan komplin dan komplik.

3Succeed In Your Work

Kalau bukan kita siapa yang kita harapkan untuk mensukseskan pekerjaan kita? Sebagian proses dari bekerja adalah sesungguhnya belajar. Kita mengecek kendaaran sebelumnya kita belajar, kita punya SOP baru kita belajar, mau masuk tempat kerja baru kita belajar atau orientasi, ada tamu atau customer komplin kita belajar. Entah itu belajar melakukan suatu pekerjaan dengan baik dan benar, entah itu belajar menangani komplin yang baik dan benar, semua belajar. Maka jangan pernah takut atau merasa cukup dalam urusan belajar, Dunia ini berkembang terus maka wawasan kitapun harus ikut berkembang seiring perubahan jaman,. Jika tidak kita akan tersudut diantara perubahan atau lama lama tereleminasi dari pekerjaan. Maka harus punya komitmen dimanapun saya bekerja saya harus sukses. Sukses disini tidak harus berupa materi tetapi juga existensi diri dan pengakuan dari tempat kita bekerja. Jika kita bisa professional maka siapapun akan bangga dengan diri kita dan kebangaan ini adalah tolak ukur kesuksesan anda yang sesungguhnya. Karena kebangaan tersebut akan sangat bisa mendatangkan kesempatan-kesempatan yang lebih baik nantinya kepada anda.

Jadilah teladan bukan karena hanya ingin dipuji orang lain tetapi jadilah teladan karena anda memang ingin menunjukkan yang terbaik dari diri anda terhadap tugas –tugas anda. Jadilah teladan karena itu adalah KUALITAS diri anda Jika itu sudah anda lakukan saya yakin perusahaan manapun akan segera ingin mempromosikan anda ke jenjang yang lebih baik. Karena saya yakin tidak akan ada perusahaan yang mau kehilangan qualitas pegawai yang baik. Begitun perusahaan lain, jika mereka mengetahui semua keteladanan anda saya yakin akan banyak yang melirik anda dan menawarkan pekerjaan baru yang lebih baik terhadap anda.

So, tunggu apa lagi. Kenali diri anda lalu kendalikan dan sukseskan perkerjaan anda dengan tetap memotivasi diri anda bahwa keteladanan bukan untuk dipuji tetapi adalah qualitas diri. Terima kasih. []